• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

Silaturahmi

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang Yahudi yang sangat membenci Rasululloh Saw. Setiap kali Rasul mau melaksanakan sholat berjamaah ke mesjid, pasti ia meludahinya. Tiada hari tanpa meludahi Rasululloh Saw sampai para sahabat yang mengiringi Rasul sangat geram dan ingin membalasnya. Tetapi selalu dilarang oleh Rasul yang agung, “Biarkanlah! Dia tidak tahu, kan saya tidak terluka?!”, demikian jawaban sang inspirator umat menenangkan para sahabatnya…
Suatu hari, seperti biasa Baginda Rasululloh Saw diiringi para sahabat-nya berjalan melewati depan rumah sang Yahudi tersebut untuk menuju mesjid, baginda Rasul heran saat itu tidak ada yang meludahinya, “Ke mana dia dan ada apa dengan dia?”, tanya Rasul kepada para sahabat yang mengiringinya. “Baginda tidak tahu, dia sedang sakit?”, tanya salah seorang sahabat.
Apa yang dilakukan Rasululloh yang agung? Kontan selepas dari mesjid pergi ke rumah sang Yahudi menengoknya dan mengiriminya berbagai makanan dan hadiah. Masya Alloh: “Innaka la’ala khuluqil ‘adzim” (Sungguh mempunyai akhlak yang agung).
Sudahkah kita yang mengaku sebagai umatnya, berpegang teguh kepada al-Qur’an dan sunnah mengikuti perilaku di atas? Dan tidak menyumpah seperti, “Hatiku sakit sekali, tidak akan ada obatnya”, atau “Aku kutuk sampai tujuh turunan”, atau “Aku belum dapat hidup bahkan mati dengan tenang sebelum membalasnya”, dan seribu satu umpatan akan keluar.
Susah dan sangat berat membuka pintu maaf kepada orang yang pernah menyakiti, apalagi harus mengasihi orang yang membenci kita. Wasiat Syaikh Mursyid pendiri Pondok Pesantren Suryalaya yakni Abah Sepuh adalah “Kudu asih ka jalma nu mikangewa ka maneh”.
Padahal hasil atau timbal balik membuka maaf apalagi dengan kunjungan silaturahmi kepada orang yang menyakiti kita adalah sangat menakjubkan, seperti kisah yang dicontohkan baginda Rasul di atas, si Yahudi tersebut menyadari kesalahan-nya dan meminta maaf serta masuk Islam. Itulah kekuatan membuka hati dengan silaturahmi. Rasul Saw bersabda: “Jika kamu ingin panjang umur dan banyak rizki, maka perbanyaklah silaturahmi”.

Silaturahmi ala TQN

Rasa benci atau kebencian adalah ibarat tamu yang masuk ke dalam rumah kita yang lama ditinggalkan kosong, mulanya hanya berkunjung, namun karena tidak ada tuan rumah, maka keenakan, akhirnya semakin berani dan berusaha menjadi tuan rumah yang menguasai hati dengan penuh kebencian yang mengerikan.
Mengerikan karena mampu meninabobokan suara hati agar melanggar berbagai seruan Alloh dan Rasul-Nya, dengan permusuhan dan pertumpahan darah akibat rasa benci yang menguasai hati serta tidak ada pintu maaf, apalagi keinginan bersilaturahmi.
Bagaimana silaturahmi yang baik dan efektif. Penulis memberikan tiga tips penting yang dirangkai di dalam istilah ‘TQN’, meminjam istilah Sunan Giri Laya, Ketua Generasi Muda Yayasan Serba Bakti. Silaturahmi perlu didasari oleh :
1. Huruf ‘T, diambil dari truth yang artinya kebenaran. Silaturahmi perlu didasari oleh hati yang benar, suara hati dengan penuh keyakinan dan kepercayaan bahwa Alloh mengawasi kita. Alloh tidak mensia-siakan berbagai amalan hamba-Nya, walaupun sebesar biji sawi kebaikannya. Ingat, kita hidup tidak sendirian, pasti membutuhkan pertolongan orang lain. Sekalipun kita hidup di hutan, masih diperlukan kawan untuk hidup berdampingan, bukan untuk bermusuhan. Inilah fitrah manusia yang tidak bisa dipungkiri.
2. Huruf ‘Q’ adalah quality (kualitas). Dalam arti niat tulus ikhlas karena Alloh atau serba bakti karena Alloh, bukan dengan maksud duniawi yang rendah. Prinsip yang perlu dipegang adalah seperti yang diibaratkan oleh Pengersa Abah Anom: “Laksana kita sedang mencangkul sawah”, tujuan utama adalah mencangkul sawah, maka kerjakanlah dengan baik dan tepat waktu jangan sambil diselingi mencari ‘belut’ walaupun belutnya banyak. Kalau sudah selesai tujuan utama, diperbolehkan mencari belutnya.
Sangat berbeda kalau tujuan utamanya mencari belut, sawahnya bukan dicangkul, malah diacak-acak agar cepat mendapatkan belut, bahkan kalau perlu galengan dirusak. Disinilah perlunya mengisi rumah (hati) kita yang kosong dengan dzikir yang berkualitas, agar jangan dimasuki tamu yang tidak diundang yang sangat mengerikan.
Nabi Saw bersabda: “Ingatlah, di dalam diri anak Adam itu ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik maka baiklah seluruh jasadnya, sebaliknya jika jelek daging tersebut, maka jeleklah seluruh jasadnya. Ingatlah segumpal daging itu adalah hati”.
3. Huruf ‘N’, yaitu network (jaringan), yakni link yang membuka berbagai pintu rizki dan kemakmuran. Dengan silaturahmi, berbagai sekat hati akan pudar, terbuka kedamaian, cinta kasih dan hubungan baik dalam berbagai hal.
Di dalam dunia bisnis, silaturahmi ini disebut networking. Dalam dunia politik, silaturahmi akan menjadi oli pelicin banyak urusan. Dalam dunia penyembuhan ia adalah bagian dari proses penyembuhan. Dalam dunia cinta, ia adalah rangkaian usaha menggali sumur-sumur cinta. Masuk akallah kalau bisa memanjangkan umur dan mendatangkan rizki. Selamat bersilaturahmi.
(Penulis adalah Dosen IAILM dan Mahasiswa Pasca Sarjana di UNINUS Bandung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: