• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

“Sabda Beliau” dan Panggilan “Abah”

Tanya :
Di dalam Tanbih berbahasa Indonesia, ada kalimat ‘Sabda beliau’ yang ditujukan kepada Abah Sepuh, apakah tidak berlebihan?

Jawab :
Perhatikan al-Quran, ‘Ibrahim berkata’ di dalam surat Ibrahim ayat 35, ‘Luqman berkata’ di dalam surat Luqman ayat 13, bahkan ‘syetanpun berkata’ di dalam surat Ibrahim ayat 22. Semuanya menggunakan redaksi ‘qoola’ untuk menunjukkan satu pekerjaan yang sama, yaitu berkata…
Hendaknya dipikirkan dulu apanya yang berlebihan? Dari sisi apa Anda memandang bahwa hal itu berlebihan? Siapa yang menganggap itu berlebihan?
Kalau Anda memandang bahwa kata ‘bersabda’ yang diberikan kepada seorang manusia biasa itu berlebihan, itu karena kebiasaan Anda berbahasa, ‘bersabda’ hanya diberikan kepada para nabi dan rasul. Apa maksudnya? Penghormatan dan penghargaan kepada para nabi dan rasul kan?
Begitu juga ‘sabda beliau’ di dalam Tanbih itu digunakan sebagai penghormatan dari murid kepada Guru. Jika tidak mau, tinggalkan. Karena bisa merusak akidah. Dengan kata lain tidak boleh terlalu dipikirkan karena bisa membuat otak menjadi hancur, yang nantinya akidah pun akan lenyap dengan sendirinya. Jika ada cara lain selain itu, silakan saja. Tidak ada yang memaksa. Dan tidak ada aturannya. Yang penting bagi kita adalah peningkatan amaliah setiap harinya menuju taqarrub yang lebih maksimal lagi tentunya dengan bimbingan Mursyid.
Jika alasannya adalah menyamakan posisi wali dengan nabi dan rasul, maka orang yang melakukan itu telah merusak aqidahnya sendiri. Hendaknya ia melakukan syahadat kembali karena telah mencemari akidah Islamnya. Mengapa? Nabi dan rasul tidak bisa disamakan dengan wali atau mursyid. Dalam sholat, kita wajib membaca sholawat secara khusus kepada nabi dan rasul. Sedangkan kepada wali, itu tidak ada. Itu saja contohnya.
Nabi dan rasul adalah manusia-manusia pilihan yang dijadikan tumpuan syiar Islam dan sebagai model manusia ideal yang didambakan oleh Alloh dan diharapkan diikuti oleh seluruh umat manusia. Sedangkan waliyulloh adalah manusia generasi pasca kenabian dan kerasulan yang juga terpilih untuk diberi kelebihan berbeda dari manusia yang lainnya.

Tanya :
Bagaimana dengan panggilan ‘Abah’ kepada wakil talqin?

Jawab :
Ini masalah bahasa atau nama panggilan seseorang. Terserah kepada mereka yang mau menggunakannya, tujuannya apa dan kepada siapa. Kita tahu, banyak orang yang memakai panggilan ‘abah’, seperti Abah Us us, nama panggilan seorang montir dengan panggilan ‘abah bengkel’ dan banyak lagi. Hal ini tidak mengurangi kemuliaan Guru saya, Abah Anom.
Jangan terkecoh! Suka membaca berita? Lalu pernahkah Anda menemukan istilah ‘abah anom’ ada di daerah selain Suryalaya? Beberapa bulan yang lalu ada isu pangersa Abah telah wafat, dan ternyata ‘abah anom’ yang dimaksud adalah ‘abah anom’ selain yang di Suryalaya.
Jadi yang harus diperkuat adalah keyakinan kita bahwa satu-satunya guru mursyid kita adalah pangersa Abah Anom yang namanya Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin.
Jika ada keyakinan selain itu, dengan kata lain bahwa mursid kita saat ini ada selain beliau, maka kita sebagai murid tidaklah benar. Atau lebih parah lagi bila ada murid TQN yang menganggap wakil talkinnya sebagai mursidnya, itu sangat tidak benar.
Ingat, sejak dulu qutbu zaman hanya ada satu pada masanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: