• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

Penerapan Dzikrulloh Dalam Kehidupan Bernegara

DEWASA ini rakyat Indonesia tengah diliputi berbagai kecemasan; musibah terjadi di mana-mana. Bencana alam, wabah penyakit, masalah sosial kemasyarakatan, ekonomi dan integritas bangsa menjadi persoalan harian yang mesti dihadapi bangsa ini. Berita-berita di media massa banyak yang mengupas tentang kasus bunuh diri; intinya, dari tahun ke tahun angka stres dan kematian karena bunuh diri di Indonesia semakin meningkat…
Kriminalitas merajalela, para elit politik berebut kekuasaan, bahkan pilkada yang maksudnya untuk mencari pemimpin yang akan mengemban amanat rakyat dijadikan kesempatan untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan cara tidak terhormat. Kejadian paling aktual adalah ditangkapnya anggota DPR RI yang disinyalir terlibat kasus suap. Belum usai satu masalah, masalah lain datang menyusul. Suasana kondusif yang menjadi tujuan, sedikit terurai dengan permasalahan ini.
Jika persoalan-persoalan bangsa ini tidak segera teratasi, maka bukan tidak mungkin akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bukan sakit lahirnya saja, namun juga sakit jiwanya. Pemerintah yang nota bene pemilik segala kebijakan, para ulama, dan tokoh-tokoh masyarakat harus bekerja sama menanggulangi segala permasalahan dan membuka hati umat agar bisa tenang, sabar, dan ikhlas menghadapi semua permasalahan yang sedang dihadapi.
Jika semua sadar dan secara bersama-sama mencari solusi dengan cara mendekatkan diri kepada Alloh SWT, pasti segala permasalahan hidup mudah dicari jalan keluarnya, mengingat jika tanpa pertolongan-Nya tidak mungkin kita dapat melalui semua persoalan yang ada.
Segala sesuatu ada di bawah kendali Alloh SWT. Jalan satu-satunya adalah dengan mendekatkan diri kepada-Nya (taqorub ilalloh). Firman Alloh dalam surat at-Takwir ayat 29 yang artinya:
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Alloh, Tuhan Semesta Alam.”
Introspeksi Diri
Memberi masukan atau kritikan kepada penyelenggara negara adalah suatu hal positif dan dianjurkan agama untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Tetapi jangan sampai niat yang mulia menjadi bias karena propaganda syetan yang memang menginginkan kekacauan. Kita boleh mengkritisi, dengan memberikan solusi; karena kritik tanpa solusi alternatif justru akan mengundang masalah baru yang mungkin lebih besar. Kekacauan mudah menimbulkan perpecahan. Ketika sudah timbul perpecahan, sangatlah mudah diadu domba.
Di tengah keadaan yang tidak menentu sebaiknya kita lebih banyak berinstrospeksi diri, jangan-jangan Alloh SWT menurunkan musibah terhadap bangsa ini dikarenakan dosa yang kita perbuat. Bertaubat dengan sungguh-sungguh dan perbanyak melakukan dzikrulloh, karena Alloh berfirman dalam hadits qudsi yang artinya: “Barang siapa yang banyak melakukan dzikir kepada-Ku dari pada banyak meminta, maka Aku akan memberikan yang paling baik kepadanya yang tidak Aku berikan kepada orang yang banyak meminta sedikit berdzikir.” (H.R. Baihaqi dari Umar bin Khattab)
Dalam sabdanya: “Perumpamaan orang yang senantiasa berdzikir kepada Alloh bagaikan tumbuhan hijau di tengah tumbuhan kering, bagaikan orang hidup di tengah orang yang mati.” (H.R. Baihaqi dari Ibnu Umar).
Rosululloh juga bersabda, “Tidak ada sesuatu amalpun yang dapat menyelamatkan seseorang kecuali dengan banyak melakukan dzikir kepada Alloh Azza Wajalla.” (H.R. Thabrani dari Mu’ad dan Abi Syaibah).
Jika pejabat negara dan masyarakatnya telah terbiasa dengan dzikrulloh, tentu suasana tertib, aman dan kondusif akan mudah diwujudkan, karena setiap orang merasa malu kepada Alloh SWT jika melakukan tindakan yang tidak diinginkannya.
Namun dzikrulloh kini banyak dilupakan pemimpin dan rakyat di negeri ini. Kalimah thayibah yang seharusnya menyertai hati ketika melangkah, berpindah menjadi ikat kepala. Ironisnya mereka yang berslogan Laa Ilaha Illallooh, yang seharusnya mengagungkan kalimat itu malah kemudian merusak, menyakiti perasaan orang lain dan secara tidak langsung menginjak-nginjak kalimah tauhid tersebut. Sekarang saatnya untuk kembali ke dzikrulloh.
Jiwa Menjadi Tenteram
Seorang pemimpin negara mestilah mempunyai jiwa yang tenang, karena dengan jiwa yang tenang akan menghasilkan keputusan-keputusan bijak dan terarah. Jiwa yang tentram hanya dapat dihasilkan dengan dzikrulloh. Sebagaimana firman-Nya:
“Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda dari Tuhannya? Katakan, sesungguhnya Alloh menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang-orang yang bertaubat kepada-Nya. (yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram (tenang) dengan dzikrulloh (mengingat Alloh), ingatlah hanya dengan dzikrulloh (mengingat Alloh) hati menjadi tentram.” (Q.S. ar-Ra’d : 27-28)

Rahmat Alloh Mudah Didapat
Rahmat Alloh dalam segala hal mutlak dibutuhkan setiap orang apalagi para pemimpin bangsa yang memiliki beban tanggung jawab sangat berat, yang segala bentuk kebijakannya tidak hanya akan dipertanggungjawabkan kepada rakyatnya, tetapi harus dipertanggungjawabkan pula di hadapan Alloh SWT. Untuk mendulang rahmat Alloh, dzikrullah adalah sarananya.
Dari Abu Hurairoh dan Abu Sa’id r.a. Rasulullah bersabda:
“Tidaklah duduk suatu kaum sambil berdzikir kepada Alloh, kecuali para malaikat akan mengerumuni mereka, dan mereka akan dinaungi oleh rahmat Alloh SWT dan akan diturunkan kepada mereka ketenangan jiwa, dan Alloh SWT membangga-banggakan mereka di depan majelisnya.” (H.R. Ahmad, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majjah, dan Baihaqi r.a.)

Menghilangkan Kemunafikan
Di dalam haditsnya, Rasululloh Saw menjelaskan tanda orang munafik adalah jika berkata ia berdusta, jika berjanji tidak menepati dan jika dipercaya berkhianat. Banyak di negeri ini yang hanya mengobral janji politik untuk mempengaruhi konstituen. Dalam kenyataan ketika mereka terpilih nyaris janji itu dilupakan begitu saja. Ingat, Alloh SWT punya catatan yang tidak mungkin terlewat. Azab Alloh terhadap orang munafik sangat pedih, siap-siaplah untuk menghuni neraka lapisan terbawah.
Dalam surat an-Nisa ayat 142 Alloh SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Alloh, dan Alloh akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk melakukan shalat mereka malas. Mereka bermaksud ria di hadapan manusia. dan tidaklah mereka melaksanakan dzikir kecuali sedikit saja.”
Dalam tafsir Munir Syekh Nawawi r.a. menyatakan yang dimaksud sedikit melakukan dzikir adalah berdzikir hanya dengan mulut saja sementara hatinya lupa kepada Alloh SWT. Dengan melakukan dzikrulloh berarti membebaskan diri dari sifat kemunafikan.
Di dalam surat al-Munafikun ayat 9, Alloh SWT mengingatkan:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak kalian melalaikan kalian dari berdzikir kepada Alloh. Barang siapa yang berbuat demikian (lupa dari dzikir kepada Alloh), maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Mengusir Syetan dan Pengaruhnya di dalam Hati
Syetan dan nafsu adalah dua sejoli yang saling berkaitan dalam menyesatkan manusia. Tahta, harta dan wanita adalah pintu termudah syetan untuk menancapkan pengaruhnya. Ibnu Abbas r.a. mengungkapkan: “Syetan itu mendekam di qalbu bani Adam (manusia), maka jika ia (manusia) lupa dan lalai (kepada Alloh SWT), syetan itu membisik-bisikan pengaruh buruk-nya, tetapi jika manusia berdzikir, maka syetan pun pergi tergesa-gesa.”
Mushonif Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan sabda Rasulullah Saw:
“Tidak ada seorang pun dari anak Adam, melainkan pada qalbunya ada dua rumah. Di dalam satu dari keduanya dihuni malaikat, sedang yang lainnya dihuni syetan. Maka apabila ia berdzikir kepada Alloh SWT, syetan akan menyelinap pergi, dan apabila ia tidak melakukan dzikir, maka syetan meletakkan moncong mulutnya di dalam qalbu manusia kemudian membisikan pengaruhnya.”
Alloh SWT berfirman:
“Dan jika kamu ditimpa suatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was yang diakibatkan bisikan syetan, mereka dzikir (ingat) kepada Alloh, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Q.S al-A’rof ayat 200-201).

Membersihkan Hati yang Berkarat
Hati manusia dapat berkarat bagaikan besi. Jika tidak dibersihkan, maka karat itu akan memenuhi seluruh belahan hatinya. Seseorang yang berkarat hatinya menurut Syekh Ahmad bin Ajibah al-Husaini r.a adalah, pertama; tidak merasa sedih ketika ketinggalan melakukan amal baik, kedua; tidak merasa menyesal ketika melakukan kesalahan, dan ketiga; selalu berteman dengan orang yang hatinya senantiasa lupa kepada Alloh SWT. Mereka yang berkarat hatinya tidak akan menghiraukan nasihat yang bermanfaat, dalam pandangan sufistik dianggap mati hatinya.
Masih menurut Syekh Ahmad bin Ajibah al-Husaini r.a., cara termudah untuk membersihkan hati adalah: Pertama, Juhud (tidak mencintai harta dunia). Memiliki harta semata-mata hanya sebagai fasilitas untuk kebahagiaan di akhirat. Kedua, senantiasa melakukan dzikrullah dalam setiap kesempatan. Baik lisan maupun hatinya senantiasa basah karena dzikir kepada-Nya. Ketiga, bersahabat dengan para Wali, yaitu dengan orang-orang yang hatinya senantiasa ingat kepada Alloh dan istiqamah melakukan amal shaleh. Rasululloh Saw pun bersabda: “Sesungguhnya segala sesuatu itu ada alat pembersihnya, dan untuk membersihkan hati adalah dengan melakukan dzikrullah.” (H.R. Baihaqi)
Syekh Ibnu al-Qoyim Azzurjani r.a. menyatakan: “Tidak diragukan, bahwa hati itu akan berkarat seperti berkaratnya tembaga, perak dan lain-lain. Terangnya hati adalah dengan berdzikir, karena sesungguhnya dzikir akan menerangkan hati, sehingga membuatnya bagaikan cermin yang putih berkilau. Jika hati dibiarkan tanpa dzikir maka hati akan berkarat, sebaliknya jika dzikrullah selalu dilaksanakan maka hati akan berkilau kembali.”

Menguatkan Jiwa yang Lemah
Ketika seseorang yang walaupun posturnya meyakinkan tetapi susah melakukan kebaikan, mudah melakukan kesalahan, namun payah di dalam amal shaleh, berarti memiliki jiwa yang lemah. Bagi mereka yang jiwanya lemah membutuhkan dzikrullah sebagai nutrisi seperti diperlukannya suplemen ketika kita menginginkan jasmani yang sehat dan kuat. Rasululloh Saw pernah bersabda: “Barang siapa dari kalian yang merasa lemah di waktu malam untuk melakukan shalat malam, merasa bakhil untuk menginfakkan harta dan pengecut (merasa takut) untuk berjihad melawan musuh, maka perbanyaklah dzikir kepada Alloh.” (H.R. Ath-Thabrani r.a.)
Syekh Al-bahji Al-khauli juga pernah menyampaikan. “Ketahuilah, bahwa dzikir kepada Alloh SWT yang dilakukan dalam segala keadaan di setiap waktu, akan memasukan rahasia-rahasia dan cahaya pencerahan ke dalam jiwa, dengan dzikrulloh itu akan hilanglah segala kepayahan.”
Dzikir harus dijadikan dimensi pokok, karena masyarakat yang melakukan dzikrulloh akan menjadi masyarakat yang sabar penuh keikhlasan. Manakala pemimpin negara melaksanakan dzikrulloh, niscaya akan menjadikannya pemimpin yang adil dan bijak dalam menentukan sikap serta hati-hati dalam segala urusan. Mereka akan menyadari bahwa amanat yang diemban akan diminta pertanggung-jawabannya. Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqamah berdzikrulloh. Amin. (AAJ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: