• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

Pendengar yang Baik

ADA 6 elemen yang dikenal di dalam manajemen organisasi; ukuran, keterkaitan tindakan, konteks tempat dan waktu, kondisi sumber daya, komunikasi, dan target hasil.
Dari keenam elemen tersebut, komunikasi dipandang sebagai pusat elemen yang lain… Komunikasi mempertemukan antara tujuan organisasi dengan target hasil yang dicapai. Komunikasi berfungsi untuk mengadaptasikan perubahan yang terjadi di dalam dan pengaruh eksternal. Komunikasi juga berfungsi membina hubungan antar anggota organisasi sehingga mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Komunikasi terjadi di antaranya dengan berbicara dan mendengarkan. Menjadi seorang pembicara tidak sesulit menjadi seorang pendengar. Dan lebih sulit lagi menjadi seorang pendengar yang baik. Pentingkah? Penelitian yang dilakukan oleh Crocker pada tahun 1978 yang hingga kini mastih menjadi acuan, menemukan fakta bahwa bahwa dari 300 organisasi yang diteliti, sebagian besar menempatkan ‘listening’ di urutan teratas sebagai syarat seorang pemimpin yang berhasil. Tentu saja, yang dimaksud di sini adalah pendengar aktif.
Hal ini disebabkan karena untuk dapat mendengarkan secara aktif, kita dituntut agar mampu menempatkan diri sebagai pihak yang ber-empati, memahami sepenuhnya isi yang dikemukakan pembicara. Sedangkan mendengarkan secara pasif, menempatkan diri kita sebagai mesin perekam saja. Penting atau tidak, sama saja, tidak dapat membedakan.
Bentuk pemahaman sangat penting ketika kita sedang berperan sebagai pendengar. Oleh karenanya, tangkaplah kata kunci dan konsep dari obrolan yang tengah berlangsung. Jangan mengabaikan detil-detil tambahan yang menguatkan obrolan pembicara. Camkanlah bahwa seorang pendengar dikatakan baik jika dapat menangkap intisari dari sebuah obrolan.
Lalu apa guna dari penangkapan kata kunci tersebut? Pendengar yang baik sudah pasti tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Dengarkan dulu seluruh pembicaraan, ajukan pertanyaan yang efektif, barulah ambil kesimpulan dengan cermat.
Mendengarlah dengan ketulusan, karena kita tidak akan menjadi pen-dengar yang baik bila kita terbiasa berpura-pura menjadi pendengar yang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: