• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

Nifas

Nifas adalah darah yang keluar disebabkan oleh kelahiran anak. Secara hukum perempuan yang sedang nifas sama halnya dengan sedang haid, baik apa yang diperbolehkan, diharamkan, maupun diwajibkan. Yang berbeda hanya batasan waktu. Dulu dalam tradisi yahudi, perempuan yang sedang menjalani nifas maupun haid dianggap sebagai perempuan kotor yang bisa mendatangkan bencana sehingga harus diasingkan dari masyarakat…
Ia harus tinggal dalam gubuk khusus, tidak boleh diajak makan bersama, bahkan tidak boleh menyentuh makanan. Tatapan matanya disebut dengan tatapan mata iblis yang harus diwaspadai karena mengandung bencana. Oleh karena itu perempuan yang sedang haid maupun nifas harus menggunakan tanda tertentu seperti gelang, kalung, giwang, celak mata, cadar, riasan wajah yang khusus dan sebagainya, agar dapat dikenali. Sehingga masyarakat dapat mencegah bencana dari si mata iblis.
Kemudian Islam datang menolak pandangan tersebut. Perempuan yang sedang haid maupun nifas bukan sebagai kelompok manusia yang kotor dan perlu diisolasi, karena yang dianggap kotor adalah darahnya, bukan orangnya. Sehingga bukan perempuannya yang harus diasingkan melainkan para suami tidak boleh melakukan hubungan seksual dengan isterinya. Sebagaimana ditegaskan di dalam al-Quran :
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Alloh kepadamu. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. al-Baqoroh : 222)
Nifas adalah darah haid yang tertahan karena proses kehamilan. Untuk itulah para ulama sepakat bahwa perempuan yang sedang menjalani masa nifas harus meninggalkan sholat selama 40 hari. Sebagaimana diriwayatkan oleh ummu salamah :
“Pada masa Rasululloh, para wanita yang sedang menjalani masa nifas, menahan diri selama 40 hari atau 40 malam.” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Mengapa batasan 40 hari? Bagaimana jika perempuan itu lebih atau kurang dari masa waktunya? Sebagaian ulama sepakat, tidak ada batas minimal dalam masalah nifas. Bisa singkat atau melebihi batasan yang ditentukan. 40 hari hanya batasan maksimal yang diambil dari kebiasaan masa nifas wanita. Secara medispun mengakui bahwa batasan maksimal 40 hari adalah masa yang paling baik untuk penyembuhan organ-organ di dalam tubuh wanita setelah melahirkan.
Tetapi ketika darah nifasnya terhenti meski belum mencapai waktu maksimal, ia berkewajiban untuk mengerjakan ibadah harian.
Tetapi, jika wanita itu menjalani nifas lebih dari 40 hari, maka darah tersebut bisa dianggap darah haid atau istihadhah. Dianggap darah haid jika betepatan dengan kebiasaan masa haidnya. Dan jika tidak bertepatan dengan masa haidnya, maka itu adalah darah istihadhah, yang tidak menghalangi untuk beribadah.
(dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: