• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

Membina Anak Shaleh

SEPASANG suami istri tentu mempunyai niat untuk membentuk keluarga sakinah, keluarga yang dapat menjadikan anggotanya hidup dengan tenang dan tentram seperti yang tercantum dalam al-Qur’an surat ar-Rum ayat 21. Ternyata untuk menuju sebuah keluarga sakinah, tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Kita harus berusaha bersama untuk mencapainya dengan segala perjuangan… Bila ilmu kita sangat terbatas maka akan lebih sulit pula untuk mencapainya. Alloh SWT telah memberikan banyak anugerah pada tiap orang sehingga kita mempunyai kemampuan untuk mencari ilmu secara formal ataupun tidak formal dalam rangka membentuk keluarga sakinah.
Berbicara tentang keluarga, tentunya akan menyangkut keberadaan anak, karena anak adalah penggembira, hiasan hidup, dan hiburan pandangan mata, seperti firman Alloh SWT dalam surat al-Kahfi 46. Akan tetapi di samping itu, al-Qur’an dan al-Hadits pun menerangkan bahwa anak itu sebagai suatu ujian keimanan bagi orang tuanya, yang dirasakan sesuatu yang memusingkan, bahkan menyakitkan hati.
Anak yang saleh adalah anak yang mampu mensyukuri nikmat hidup, dia selalu mengisi hari-hari dalam hidupnya dengan perbuatan yang diridhoi Alloh SWT. Dia sanggup melaksanakan kewajiban-kewajibannya terhadap Alloh SWT, juga selalu mau belajar untuk lebih baik dan tatkala berbuat khilaf segera untuk mohon ampuni (bertobat.)
Pada dasarnya semua anak yang dilahirkan dalam
keadaan baik/fitrah, lingkungan setelah anak lahirlah yang dapat membentuk anak menjadi bagaimana. Perilaku anak merupakan hasil adaptasi/penyesuaian diri, dari apa yang dilakukan dan diberikan oleh lingkungan sekitarnya. Kita sebagai orang tua harus mampu untuk melestarikan fitrah anak, yaitu fitrah kebenaran, fitrah tauhid, fitrah berperilaku positif dan anak selalu mempunyai kecenderungan kepada kebaikan yang tertanam sebagai suatu naluri dalam dirinya.
Pihak yang bertanggung jawab penuh dalam memperhatikan aspek pendidikan anak ini adalah orangtua. Karena dominannya peran ini,orang tua hendaknya serius memperhatikan aspek pendidikan anak-anaknya dalam rangka melestarikan fitrah anak.
Beberapa langkah yang harus diperhatikan orang tua terhadap anaknya yaitu:
1. Memberikan nama yang baik kepada anak, seperti sabda Rasul:
“Hak seorang anak yang menjadikan
kewajiban orang tua, ialah mendidik yang baik dan memberi nama yang baik.
2. Melaksanakan ‘aqiqah’nya, yaitu menyembelih dua ekor biri-biri untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan pada hari ketujuh dari saat kelahirannya. Sekaligus si anak diberi nama, dicukur dan ditimbang, lalu nilainya disedekahkan.” Melaksanakan aqiqah ini sunnah muakkadah.
3. Memberi makan, minum dan menyusuinya dari yang halal. Sebagai orang tua kita sangat bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Konsep makan dan minum bagi anak tentunya berbeda dengan kita sebagai orang dewasa, minum susu bagi anak sama dengan makan, walaupun seiring dengan bertambahnya umur kita mengenalkan jenis makanan yang bermacam-macam. Tapi yang terpenting bagi anak kebutuhan proteinnya sangat tinggi dan hal ini bisa didapatkan dari susu, tahu, tempe, ikan, telur dll. Hal ini perlu diketahui orang tua, supaya anak-anak tidak takut/susah untuk makan sehingga sering membuat orang tua jengkel.
4. Memberikan rasa nyaman/ secure based. Anak yang dilahirkan seolah tak berdaya segala sesuatunya bergantung apa yang dilakukan oleh orang tuanya, maka anak sangatlah membutuhkan perlindungan, rasa kasih sayang, perhatian/affection.
5. Orang tua harus dapat menyebarkan rasa cinta kasih supaya terjalin kedamaian di antara saudara-saudaranya dan yang paling penting orang tua harus bertindak adil supaya tidak terjadi kecemburuan dan permusuhan di antara anak.
6. Sebagai orang tua harus menjadi suri tauladan/menjadi model bagi anak karena segala ekspresi dan prilaku biasanya akan ditiru oleh anak secara langsung atau tidak langsung, maka dalam memberikan kasih sayang dan membimbing, sebagai orang tua harus dapat mengendalikan emosi dan tidak bertindak kasar.
7. Ketika umur 7 tahun diperintahkan oleh orang tua untuk mengerjakan shalat, supaya tumbuh kecintaan dalam ibadah dan hatinya terkait kepadanya. Dan jika sudah mencapai 10 tahun ternyata belum melaksanakan shalat, maka di beri tindakan agak keras. Kemudian pisahkan di antara mereka tempat tidurnya.
8. Pendidikan sejak dini harus diberikan pada anak-anak, hanya metode pendidikan yang berbeda bagi tiap usia perkembangan, contoh, untuk anak balita, pendidikan diberikan dengan cara memberi stimulasi lewat kegiatan bermain.
9. Orang tua harus lebih memperhatikan Ta’dib dan Tahdzib terhadap mereka. Menta’dib artinya menanamkan didikan etika terhadap mereka. Dan ini harus dengan ta’wid (pembiasaan). Menta’lim artinya mengajarkan ilmu untuk pemenuhan intelektualnya dengan cara pembelajaran dan mentahdzib ialah mendidik supaya spiritual dan emosionalnya seimbang.
10. Orang tua tidak boleh mendo’akan kejelekan kepada anaknya, walaupun anaknya menjengkelkan. Tetapi do’akan mereka dengan do’a yang baik. Dan harus diyakini bahwa itu adalah ujian dan peringatan dari Alloh Swt agar berlaku shabar, jangan sampai mendo’akan kehancuran atau kecelakaan, karena hal ini sangat dikhawatirkan Rasul Saw.
Demikianlah sekilas tentang langkah-langkah sebagai orang tua dalam membimbing putra-putri kesayangannya. Membutuhkan proses panjang. Orang tua harus mempunyai jiwa optimis dan semangat untuk membesarkan putra-putrinya dan hal ini akan semakin ringan bila sebagai orang tua, kita memiliki ilmu, kesabaran dan proaktif memahami anak-anak kita. Semoga bermanfaat.
(Penulis adalah Ketua Ibu Bella Tegal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: