• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

Inspirasi itu Bernama Semangat Kartini

WANITA beraktifitas di luar rumah menjadi realita yang harus kita akui bahkan oleh kelompok yang jelas-jelas menentangnya. Hal ini membuat perubahan dalam sebuah tatanan masyarakat dan membuka episode baru yang sebelumnya sempat tersisihkan. Tentunya selama aktifitas pengembangan diri seorang wanita tersebut tidak mengganggu pemenuhan kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang isteri dan ibu di dalam rumah tangga, ditambah lagi ada izin dari suami, maka tidak mengapa baginya… Kehidupan rumah tangga harus diciptakan dengan suasana cinta dan toleransi, dan Islam sangat menganjurkan kepada pasangan suami istri agar keduanya saling rido dan toleran dalam berbagai masalah. Inilah sebuah keadilan. Berbicara tentang wanita mengingatkan kita tentang seorang pionir yang memperjuangkan hak kaum wanita Indonesia, yang hari kelahiran-nya selalu kita rayakan. Siapa lagi kalau bukan Kartini. Pemikirannya yang berbeda dibanding perempuan lain pada zamannya menunjukkan bahwa pada dasarnya setiap wanita bisa menjadi apa yang mereka inginkan, sehingga menginspirasi banyak wanita untuk dapat berprestasi dalam banyak hal. ‘Door Duisternis Tot Licht’, habis gelap terbitlah terang, adalah judul buku dari kumpulan surat-surat R. A. Kartini kepada sahabat-sahabatnya di negeri belanda, menjadi bukti besarnya keinginan seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya selama berabad-abad pada zamannya. Pada masa itu, wanita-wanita negeri ini belum bisa memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka tidak diijinkan berpendidikan tinggi. Bahkan mereka tidak diijinkan menentukan jodoh atau suami sendiri. Begitupun ia, selalu diperlakukan berbeda dengan saudara maupun teman-teman laki-lakinya. Ia sempat iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda yang bisa memperoleh pendidikan tinggi. Wanita yang lahir di Jepara pada 21 April 1879, yang hanya sempat memperoleh pendidikan sampai ELS (Europese Legere School) atau tingkat sekolah dasar ini, ingin memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Setamat ELS, Kartinipun dipingit sebagaimana kebiasaan atau adat istiadat yang berlaku di tempat kelahirannya sampai tiba saatnya untuk menikah. Kartini remaja banyak bergaul dengan orang-orang terpelajar serta gemar membaca buku, khususnya buku-buku mengenai kemajuan wanita seperti karya-karya Multatuli ”Max Havelaar” dan karya tokoh-tokoh pejuang wanita di Eropa, sehingga ia menyadari betapa tertinggalnya wanita sebangsanya bila dibandingkan dengan wanita bangsa lain, terutama wanita eropa. Sejak itu ia bertekad untuk memajukan wanita sebangsanya. Dan menurutnya langkah untuk memajukan itu bisa dicapai melalui pendidikan. Dalam keterbatasan yang ia rasakan akhirnya menumbuhkan tekad untuk mengubah kebiasaan yang sudah berurat-akar di masyarakat. Untuk merealiasikan cita-citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut ia mengajarkan keterampilan menjahit, menyulam, memasak dan sebagainya. Semua itu diberikannya tanpa memungut bayaran. Upaya puteri Bupati Jepara ini ternyata mampu membuka mata kaumnya di berbagai daerah lainnya. Sejak itu sekolah-sekolah wanita lahir dan tumbuh di berbagai pelosok negeri. Semangat perjuangan Kartini menimbulkan inspirasi bagi wanita Indonesia untuk terus berusaha menjadi yang terbaik. Dengan segala kemudahan akses pendidikan dan persamaan hak yang telah diperjuangkan Kartini, wanita Indonesiapun kini dapat menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Semoga semangat Kartini tersebut akan terus melahirkan wanita-wanita hebat yang ikut mengharumkan nama Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: