• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

Aqil Baligh

Manusia dilahirkan memiliki hak-hak kemanusiaan yang harus dihormati tanpa memandang berapa usianya. Bahkan janinpun memiliki hak-hak yang sama dengan orang dewasa. Hak-hak ini melekat baik dalam keadaan sakit, sehat, berakal maupun hilang akal. Inilah yang disebut ahliyah al-wujub yaitu kemampuan manusia yang dipandang sah oleh syara’ berkenaan dengan kata-kata atau pebuatannya, baik yang berhubungan dengan hak Alloh maupun hak manusia…
Ketika janin tersebut mengalami pertumbuhan hingga pada baligh, ia tidak hanya memiliki hak tapi juga dibebani untuk memenuhi kewajiban-nya. Di sinilah berlaku ahliyah al-ada yaitu tanggung jawab yang dasarnya adalah akal.
Akal berproses dalam perkembangan menuju kesempurna-annya. Namun karena proses perkembangannya tersembunyi dan yang tampak hanya pertumbuhan fisik, maka ulama sepakat me-netapkan baligh sebatas seorang manusia terkena taklif (tuntutan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu atau kebolehan memilih). Dapat dikatakan juga baligh sebagai pemisah antara ketidaksempurnaan akal dengan kesempurnaannya. Pada laki-laki pada umumnya baligh ditandai dengan mimpi bersetubuh atau lebih dikenal dengan mimpi basah, sedangkan umumnya wanita mengalami haid (menstruasi).
Haidh adalah darah yang keluar dari rahim dinding seorang wanita. Periode haid paling cepat satu hari satu malam dan paling lama lima belas hari. Normalnya berkisar enam hingga tujuh hari. Sedangkan untuk masa suci perempuan berkisar tiga belas sampai lima belas hari dan yang paling lama tidak ada batasnya. Normalnya selama dua puluh tiga atau dua puluh empat hari.
Lagi-lagi, pertumbuhan fisik manusia berbeda satu sama lain. Maka tak heran bila ada seorang pria yang belum mimpi basah ataupun seorang perempuan belum haid, padahal usianya mendekati kepala lima. Umumnya perempuan yang tidak haid mengalami kelainan pada alat kewanitaannya, bisa jadi mereka menderita penyakit dalam.
Lalu apa yang menjadi ukuran seseorang dikatakan baligh? Menurut jumhur ulama, usia menjadi penentu balighnya seseorang. Dengan kata lain, bila seorang laki-laki belum mimpi basah ataupun perempuan belum haid, maka balighnya dilihat dari usianya. Imam Syafi’i memberi batasan 15 tahun ke atas untuk balighnya seseorang. Sedangkan Imam Hanafi menyatakan balignya seseorang ketika usianya 18 tahun.
Meski begitu pada perkembang-annya ada beberapa manusia baligh namun kehilangan ahliyah al ada-nya hingga ia tidak terkena taklif. Dalam hal ini, selain usia, kemampuan akalnyapun harus diperhitungkan. Kalau dia tidak waras (hilang akal) maka dia tidak kena taklif berapapun usianya. Tapi kalau usianya mencapai 15 tahun dan dia aqil (berakal) maka taklif jatuh atasnya. Inilah mengapa aqil selalu bergandengan dengan baligh. (dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: