• Today’s Quote

    Rasululloh Saw bersabda : “Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah karena meninggalkannya jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (H.R. Ahmad)
  • Lautan Tanpa Tepi

    Kumpulan artikel pembuka hati yang membahas tentang ilmu dan amalan para sufi, karangan K. H. M. Abdul Gaos SM yang pernah dimuat di majalah Nuqthoh.
    Harga Rp. 25.000,-
    Dapatkan diskon spesial bagi anggota milis pembacanuqthoh @ yahoogroups.com

  • SM Menjawab 165

    Buku yang membahas tentang pemahaman mengenai TQN PP Suryalaya.
    Harga Rp. 30.000,-
    Diskon khusus bagi yang memesan lewat email nuqthoh@gmail.com.

Aksilah yang Berbicara

Dalam sirah nabawiyyah dikenal tiga kelompok manusia, yaitu mujahidin, mutafaqqihin, dan munafiqin. Mujahidin artinya para mujahid/pejuang. Mereka adalah orang-orang yang langsung terjun di medan perang, ikut terlibat langsung dalam usaha membela umat Islam. Di antara mereka ada yang berjihad dengan anfus (diri)nya saja, ada juga yang dengan amwal (harta)nya saja, dan kebanyakan yang dua-duanya…
Sedang mutafaqqihin adalah orang-orang yang tafaqquh (memperdalam ilmu agama). Tugas mereka adalah memberikan pengajaran kepada umat Islam, termasuk para mujahidin.
Mengenai pembedaan dua kelompok ini Alloh SWT berfirman:
“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk mem-perdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (Q.S. at-Taubah : 122)
Jelasnya, tidak layak kaum mukminin itu terjun jihad semuanya, harus ada sebagiannya yang tafaqquh. Tidak pula berarti para mujahidin tidak tafaqquh. Atau sebaliknya, para mutafaqqihin tidak berjihad. Dalam kondisi yang memungkinkan para mujahidin juga ber-tafaqquh, dan dalam kondisi yang mendesak para mutafaq-qihin juga berjihad.
Sementara munafiqin adalah mereka yang ada di tengah-tengah kaum mu’minin tapi tidak ikut dalam jihad juga tafaqquh. Kalaupun meng-ikuti, paling dikarenakan malu. Mereka sukanya memberikan komentar, meng-kritik, bahkan mencela para mujahid dan mutafaqqih. Al-Qur’an meng-gambarkan perkataan mereka:
“Andai saja mereka menurut (untuk tidak jihad), pasti mereka tidak akan terbunuh.” (Q.S. Ali ‘Imran: 168)
Nabi Saw menjelaskan bahwa mereka itu komentarnya penuh dusta, janji dan amanatnya tidak bisa dipegang, dan kalaulah berbeda pendapat, mereka arogan, ingin menang sendiri. (Shahih al Bukhariy, bab alamat al-munafiq). Pokoknya akan memaksakan dirinya yang terbenar.
Pertanyaannya, apakah kita termasuk mujahidin, mutafaqqihin, atau munafiqin? Kita harus hati-hati jangan sampai kita masuk munafiqin; tidak ikut aktif jihad di organisasi misalnya, tidak juga ikut aktif ngaji dan beramal, tapi malah banyak ngomongnya, banyak nuntutnya. No action talk only.
(Penulis adalah Ketua Bidang Dakwah YSB PP Suryalaya Perwakilan Magelang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: